.feed-links{ display:none; }

Tugas 4 BDL

TUGAS
Lanjutkan planing BDL dengan acuan penyelesaian Topik kelompok meliputi :
1. recana pemilihan model desain DB dengan menggunakan Centralize atau Distribution dengan menyertakan :
- Alasan pemilihannya.
- Doagram DB serta jaringannya.
2. Tentukan planing Backup baik menggunkan SQL server dan Oracle dengan menyertakan penjelasan dari planing tersebut disertai dengan Teori/Materi fitur masing-masing produk (SQL Server dan Oracle) yang berhubungan dengan Backup.


DataBase dengan menggunakan Centralize 
            Sistem basis data terpusat merupakan suatu sistem yang menempatkan data disuatu lokasi saja dan semua lokasi lain mengakses basis data di lokasi tersebut. Dimana  tugas server disini  hanya melayani permintaan dari client. Sedangkan client meminta layanan dari server.

-           Alasan penggunaan Basis data terpusat 

Implementasi Distributed data processing saat ini telah lebih maju dari saat awal konsep ini diperkenalkan. Dengan menggunakan database client/server, Sebuah server berfungsi jauh lebih efisien tidak hanya sebatas file server, melainkan ikut pula berperan aktif dalam pengolahan data, dan mengelola hak akses user atas data. Hal ini menjadikan fungsi server sebagai file server berubah menjadi data server.
Namun perkembangan saat ini, banyak pihak memilih untuk lebih memaksimalkan fungsi server dalam pengolahan data. Dengan memanfaatkan secara penuh keberadaan stored procedure, trigger, dan user defined functions,developer dapat meningkatkan kemampuan server lebih dari sekedar melakukan eksekusi query atau pemrosesan data sederhana, melainkan menjadikannya sebagai business logic atas sistem yang dibangun yang dalam implementasinya lebih dikenal sebagai centralized data processing. 

Implementasi centralized data processing ini dipilih karena menawarkan beberapa keuntungan:
1.       Kinerja sistem yang lebih terjamin, tidak seperti pada implementation distributed data procesing , implementasi centralized data procesing tidak terpengaruh pada spesifikasi teknis hardware disisi client yang digunakan. Aplikasi disisi client hanya merupakan thin client yang berfungsi sebagaiinput/output terminal.

2.       Efisiensi dalam pemanfaatan network traffic, Pada implementasi distributed data procesing, fungsi server hanya mengolah data secara sederhana dan umumnya memberikan data mentah untuk kemudian diolah di sisi client. Hal ini menyebabkan  network traffic menjadi penuh dan kerap kali menjadibottleneck (Respons dari aplikasi menjadi lebih lambat) dan salah satu faktor penyebab terbesar turunnya kinerja sistem yang digunakan. Dengan mengimplementasikan centralized data processing, fungsi server hanya memberikan data jadi. Client hanya bertugas untuk mengolah data tersebut ke dalam media output seperti laporan atau mentransfernya ke dalam format data lain yang dibutuhkan.

3.       Kemudahan dalam maintenance dan deployment. Dengan implementasi centralized data processing, fungsi-fungsi penting diletakkan di sisi server. Hal ini tentunya meningkatkan kemudahan dalam maintenance sistem yang dibangun karena tidak memerlukan redeployment saat ada perubahan yang harus dilakukan pada sisi business logic yang digunakan. Karena perubahan tersebut hanya perlu dilakukan di sisi server.

4.       Cost saving, Implementasi centralized data processing tidak membutuhkan keberadaan mesin-mesin client dengan spesifikasi teknis tinggi.


5.       Menghapus redudansi dan menyederhanakan pemeliharaan sistem



Diagram DataBasenya  


               Sistem basis data terpusat merupakan suatu konsep client/server  dengan model two-tier (dua tingkatan). Dua Tingatan adalah proses dimana komputerworkstation membuat hubungan ke komputer server dan mempertahankan hubungan tersebut sampai proses selesai. Misalnya pada proses pemasukan data atau membuat sebuah laporan. Model two tier terdiri atas sebuah server dan banyak client yang dihubungkan melalui jaringan. Aplikasi ditempatkan dikomputerclient dan mesin database ditempatkan di server. Tier client disebut juga tingkatan presentasi.. Tier client berisi kode yang akan menampilkan data dan interaksi dengan user. Tugas yang terjadi pada client 
adalah : antarmuka pengguna,  interaksi database,  pengambilan dan modifikasi data,  aturan bisnis,    dan pengaturan kesalahan.
      Hubungan yang terbentuk sangat konsumtif dalam sumber daya (alokasi memori, ruang hardisk, kontrol, dan lainnya), karena tidak efektif jika dilakukan untuk hubungan yang melibatkan banyak pemakai (contohnya pada sistem jaringan internet). Oleh karena itu tidak heran jika konsep dua Tingkatan atau (two tier) hanya dipraktekkan pada LAN (Local Area Network)

                                                            Planing Backup

Oracle
 Ada dua metode untuk membackup database Oracle, yaitu off line dan online. Off line backup dilakukan dengan mematikan database terlebih dahulu, baru kemudian membackup datafile. Online backup dilakukan tanpa mematikan database, jadi database masih bisa diakses selama proses backup.
Online backup mensyaratkan database berada dalam mode archive log. Kali ini saya akan membahas tentang off line backup.
Berikut ini step-step untuk off line backup:
1. lihat daftar file oracle (datafile, logfile, dan control file)
Gunakan query berikut ini untuk melihat semua file
SQL> select name as file_name from
(select name from v$tempfile union
select name from v$datafile union
select name from v$controlfile union
select member as name from v$logfile)
order by file_name;
2. Matikan database
SQL> shutdown immediate;

3. Backup file-file database (datafile, logfile, dan control file)

$ cp /oradata/ts/control01.ctl /backup/ts/control01.ctl
$ cp /oradata/ts/control02.ctl /backup/ts/control02.ctl
$ cp /oradata/ts/control03.ctl /backup/ts/control03.ctl
$ cp /oradata/ts/redo04.log /backup/ts/redo04.log
$ cp /oradata/ts/redo05.log /backup/ts/redo05.log
$ cp /oradata/ts/redo06.log /backup/ts/redo06.log
$ cp /oradata/ts/sysaux01.dbf /backup/ts/sysaux01.dbf
$ cp /oradata/ts/system01.dbf /backup/ts/system01.dbf
$ cp /oradata/ts/temp01.dbf /backup/ts/temp01.dbf
$ cp /oradata/ts/undotbs01.dbf /backup/ts/undotbs01.dbf
$ cp /oradata/ts/users01.dbf /backup/ts/users01.dbf
4. Nyalakan database
SQL> startup;





SQL server
            Dalam khas instalasi SQL Server menyimpan data dalam dua file. Satu memiliki ekstensi dan toko MDF data itu sendiri dan yang lainnya memiliki ekstensi LDF dan menyimpan log transaksi. Anda dapat mengkonfigurasi SQL Server untuk memiliki beberapa file data dan beberapa file log transaksi. Ketika SQL Server proses backup database langkah-langkah berikut:  


Jika Anda ingin mengeluarkan pernyataan cadangan diri sendiri Anda dapat menggunakan SSMS untuk script itu untuk Anda. Klik tombol Script di bagian atas kotak dialog dan SSMS akan menghasilkan pernyataan SQL ini untuk Anda:

  DATABASE CADANGAN [AdventureWorks] TO 
             DISK = N '\ \ nas \ Backup \ L40 \ SQL2005 \ AdventureWorks_backup_200702120215.bak'
             DENGAN NOFORMAT, NOINIT, NAME = N'AdventureWorks-Full Backup Database ',
             SKIP, NOREWIND, NOUNLOAD, STATS = 10



Anda dapat melihat bagaimana pilihan ini memetakan kembali ke kotak dialog. The NOINIT klausul yang mengatakan untuk menambahkan cadangan untuk file cadangan yang ada. Pilihan lainnya adalah INIT yang akan menimpa file backup. Pernyataan CADANGAN akan membuat satu file dengan ekstensi BAK yang berisi apa yang ada di data file dan file log. Anda dapat backup database sementara SQL Server berjalan dan orang-orang masih bisa menggunakan database. Mungkin sedikit lebih lambat tergantung pada disk throughput Anda.
Mengembalikan database adalah sedikit lebih rumit. Klik kanan pada Database di SSMS memunculkan kotak dialog seperti ini:


Aku sudah mengubah nama database untuk AdventureWorksNew. Saya mengklik Dari tombol radio perangkat dan navigasikan ke file backup saya. Jika Anda mengembalikan pada komputer yang sama di mana database asli tinggal Anda hanya dapat meninggalkan Dari tombol radio database dipilih dan memilih database. Ini secara otomatis akan memilih cadangan. Mengklik pada tab opsi membawa kita ke bagian kedua dari dialog:


Perhatikan bahwa ia ingin mengembalikan dua nama file yang tepat di atas nama file untuk AdventureWorks. SQL Server tidak akan benar-benar membiarkan Anda melakukan itu kecuali jika Anda memeriksa "Timpa yang ada database" kotak centang di atas. Anda akan perlu untuk mengedit nama file untuk mengubah nama. 
Cadangan dan kembalikan di sql server sudah backup penuh selesai.


Tugas 3 BDL


1. PLANNING VIEW

Input : Kita akan membuat view dari relasi antara table "Mahasiswa", "Ketua pelaksana" dari database SISTEM_AKTIVITAS_MAHASISWA dengan nama "VIEW_ SISTEM_AKTIVITAS_MAHASISWA ".
                                
 CREATE VIEW view_ SISTEM_AKTIVITAS_MAHASISWA
AS
SELECT p1.NPM,p1. Nama, ,p1. Alamat, ,p1. Id Data,p2.NPM,p2.Nama,p2. Jabatan,
FROM Mahasiswa  p1, Ketua pelaksana p2 WHERE p1.NPM=p2.NPM;
Misalnya              :
NPM
Nama
Alamat
Id Data
NPM
Nama
Jabatan
12120096
Imam
Sepanjang
001
12120096
Imam
Ketua
                                                                                                                                                                            
2.     Jenis – Jenis JOIN

Join adalah kata kunci yang di gunakan pada sql/ansi untuk melakukan query dua tabel atau lebih yang di dasarkan hubungan anatar kolom tertentu dalam tabel. Ada beberapa perintah join yaitu :


1. INNER JOIN – ON

Penggunaan relasi INNER JOIN adalah untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan record – record yang bersesuaian saja. Sedangkan syntak ON berfungsi menampilkan kedua table lengkap dengan semua fieldnya tanpa menyingkat tampilan field yang direlasikan dengan menampilkan satu kali (field yang berelasi ditampilkan dua kali yaitu saat di deret table pertama lalu di deret table kedua)

Syntak :

select*from [Tabel_1] inner join [Tabel_2] on [Tabel_1].[field yang berelasi] = [Tabel_2].[field yang berelasi];


2. INNER JOIN – USING

Sama seperti keterangan diatas, penggunaan relasi INNER JOIN adalah untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan record – record yang bersesuaian saja. Sedangkan syntak USING berfungsi menampilkan kedua table dengan field yang direlasikan hanya ditampilkan satu kali di awal table atau terletak paling kiri.

Syntak :

select*from [Tabel_1] inner join [Tabel_2] using([field yang berelasi]);


3. LEFT OUTER JOIN – ON

Penggunaan relasi LEFT OUTER JOIN adalah untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan semua record meskipun tidak bersesuaian dengan table yang lain dengan jumlah record tergantung jumlah record sebelah KIRI. Sedangkan syntak ON berfungsi menampilkan kedua table lengkap dengan semua fieldnya tanpa menyingkat tampilan field yang direlasikan dengan menampilkan satu kali (field yang berelasi ditampilkan dua kali yaitu saat di deret table pertama lalu di deret table kedua)

Syntak :

select*from [Tabel_1] left outer join [Tabel_2] on [Tabel_1].[field yang berelasi] = [Tabel_2].[field yang berelasi];


4. LEFT OUTER JOIN – USING

Sama seperti keterangan sebelumnya, penggunaan relasi LEFT OUTER JOIN adalah untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan semua record meskipun tidak bersesuaian dengan table yang lain dengan jumlah record tergantung jumlah record sebelah KIRI. Sedangkan syntak USING berfungsi menampilkan kedua table lengkap dengan field yang direlasikan hanya ditampilkan satu kali saja di awal table atau di sebelah kiri Syntak :

select*from [Tabel_1] left outer join [Tabel_2] using([field yang berelasi]);


5. NATURAL LEFT OUTER JOIN

Seperti keterangan sebelumnya, penggunaan relasi LEFT OUTER JOIN adalah untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan semua record meskipun tidak bersesuaian dengan table yang lain dengan jumlah record tergantung jumlah record sebelah KIRI. Sedangkan syntak NATURAL mempunyai fungsi sama dengan USING yaitu menampilkan field yang bersesuaian satu kali saja di awal table

Syntak :

select*from [Tabel_1] natural left outer join [Tabel_2];


6. RIGHT OUTER JOIN - ON

Penggunaan relasi RIGHT OUTER JOIN adalah untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan semua record meskipun tidak bersesuaian dengan table yang lain dengan jumlah record tergantung jumlah record sebelah KANAN dan table kedua (dituliskan setelah join) ditampilkan lebih dulu setelah field yang direlasikan. Sedangkan syntak ON berfungsi menampilkan kedua table lengkap dengan semua fieldnya tanpa menyingkat tampilan field yang direlasikan dengan menampilkan satu kali (field yang berelasi ditampilkan dua kali yaitu saat di deret table pertama lalu di deret table kedua)

Syntak :

select*from [Tabel_1] right outer join [Tabel_2] on [Tabel_1].[field yang berelasi] = [Tabel_2].[field yang berelasi];






7. RIGHT OUTER JOIN – USING

Penggunaan relasi RIGHT OUTER JOIN adalah untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan semua record meskipun tidak bersesuaian dengan table yang lain dengan jumlah record tergantung jumlah record sebelah KANAN dan table kedua (dituliskan setelah join) ditampilkan lebih dulu setelah field yang direlasikan. Sedangkan syntak USING berfungsi menampilkan kedua table lengkap dengan field yang direlasikan hanya ditampilkan satu kali saja di awal table atau di sebelah kiri

Syntak :

select*from [Tabel_1] right outer join [Tabel_2] using([field yang berelasi]);


8. NATURAL RIGHT OUTER JOIN

Penggunaan relasi RIGHT OUTER JOIN adalah untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan semua record meskipun tidak bersesuaian dengan table yang lain dengan jumlah record tergantung jumlah record sebelah KANAN dan table kedua (dituliskan setelah join) ditampilkan lebih dulu setelah field yang direlasikan. Sedangkan syntak NATURAL mempunyai fungsi sama dengan USING yaitu menampilkan field yang bersesuaian satu kali saja di awal table

Syntak :

select*from [Tabel_1] natural right outer join [Tabel_2];


9. WHERE

Penggunaan syntak WHERE sama dengan penggunaan INNER JOIN – ON yaitu menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan record – record yang bersesuaian saja dan menampilkan semua fieldnya tanpa menyingkat tampilan field yang direlasikan dengan menampilkan satu kali (field yang berelasi ditampilkan dua kali yaitu saat di deret table pertama lalu di deret table kedua) seperti pada gambar di bawah. Keuntungannya dibandingkan dengan INNER JOIN – ON adalah dengan penggunaan WHERE penulisan syntak untuk relasi dengan banyak table lebih mudah.

Syntak :

select*from [Tabel_1],[Tabel_2] where [Tabel_1].[field yang berelasi] = [Tabel_2].[field yang berelasi];







10. STRAIGHT JOIN

Penggunaan relasi STRAIGHT JOIN adalah untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan semua record meskipun tidak bersesuaian dengan table yang lain dengan jumlah record adalah hasil kali jumlah record table pertama dengan jumlah record tapi kedua

Syntak :

select*from [Tabel_1] straight join [Tabel_2];


11. CROSS JOIN

Penggunaan relasi CROSS JOIN sama dengan STRAIGHT JOIN yaitu untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan semua record meskipun tidak bersesuaian dengan table yang lain dengan jumlah record adalah hasil kali jumlah record table pertama dengan jumlah record tapi kedua

Syntak :

select*from [Tabel_1] cross join [Tabel_2];


12. FULL JOIN

Penggunaan FULL JOIN adalah untuk menampilkan kedua table dengan record – record yang bersesuaian saja. Field yang berelasi ditampilkan sekali di awal table atau paling kiri.

Syntak :

select*from [Tabel_1] full join [Tabel_2] using([field yang berelasi]



3.     PLANNING JOIN

Menggunakan inner join
Untuk menampilkan tabel Mahasiswa yang di Join kan dengan tabel Ketua pelaksana.
Input :
select*from Mahasiswa inner join Ketua pelaksana on Mahasiswa.NIP = TIDAK_TETAP.NIP;
NPM
Nama
Alamat
Id Data
12120096
Imam
Sepanjang
001

NPM
Nama
Jabatan
12120096
Imam
Ketua


Tugas 2 TABLE (Sistem Aktivitas Mahasiswa)








- Apabila data pada table Aktivitas IT Camp berkurang/tidak bisa ikut maka data yang berhubungan dengan data IT Camp juga iku berkurang
( sebelum 50 dan sesudah 49)
- Apabila data pada table Aktivitas HIMA berkurang/tidak bisa ikut maka data yang berhubungan dengan data HIMA juga iku berkurang
( sebelum 20 dan sesudah 19)

Function
1. Fungtion aktivitas
2. Fungtion Mahasiswa
Keterangan : Pada Tabel Aktivitas IT Camp jumlah Mahasiswa yang mengikuti ada 50, kemudian salah satu dari sekian banyaknya Mahasiswa mengundurkan diri maka datanya tetap masih ada.
Store Procedure
Terdapat store procedure, yang fungsinya adalah untuk memudahkan pengisian
data pada masing-masing table (store procedure untuk insert), yaitu : Dosen, Mahasiswa, Orangtuan,








Imam Wahyu Budi Utomo. Diberdayakan oleh Blogger.

Friends

Friends

Popular Posts

Random post

Popular Posts