.feed-links{ display:none; }

Tugas 3 BDL


1. PLANNING VIEW

Input : Kita akan membuat view dari relasi antara table "Mahasiswa", "Ketua pelaksana" dari database SISTEM_AKTIVITAS_MAHASISWA dengan nama "VIEW_ SISTEM_AKTIVITAS_MAHASISWA ".
                                
 CREATE VIEW view_ SISTEM_AKTIVITAS_MAHASISWA
AS
SELECT p1.NPM,p1. Nama, ,p1. Alamat, ,p1. Id Data,p2.NPM,p2.Nama,p2. Jabatan,
FROM Mahasiswa  p1, Ketua pelaksana p2 WHERE p1.NPM=p2.NPM;
Misalnya              :
NPM
Nama
Alamat
Id Data
NPM
Nama
Jabatan
12120096
Imam
Sepanjang
001
12120096
Imam
Ketua
                                                                                                                                                                            
2.     Jenis – Jenis JOIN

Join adalah kata kunci yang di gunakan pada sql/ansi untuk melakukan query dua tabel atau lebih yang di dasarkan hubungan anatar kolom tertentu dalam tabel. Ada beberapa perintah join yaitu :


1. INNER JOIN – ON

Penggunaan relasi INNER JOIN adalah untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan record – record yang bersesuaian saja. Sedangkan syntak ON berfungsi menampilkan kedua table lengkap dengan semua fieldnya tanpa menyingkat tampilan field yang direlasikan dengan menampilkan satu kali (field yang berelasi ditampilkan dua kali yaitu saat di deret table pertama lalu di deret table kedua)

Syntak :

select*from [Tabel_1] inner join [Tabel_2] on [Tabel_1].[field yang berelasi] = [Tabel_2].[field yang berelasi];


2. INNER JOIN – USING

Sama seperti keterangan diatas, penggunaan relasi INNER JOIN adalah untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan record – record yang bersesuaian saja. Sedangkan syntak USING berfungsi menampilkan kedua table dengan field yang direlasikan hanya ditampilkan satu kali di awal table atau terletak paling kiri.

Syntak :

select*from [Tabel_1] inner join [Tabel_2] using([field yang berelasi]);


3. LEFT OUTER JOIN – ON

Penggunaan relasi LEFT OUTER JOIN adalah untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan semua record meskipun tidak bersesuaian dengan table yang lain dengan jumlah record tergantung jumlah record sebelah KIRI. Sedangkan syntak ON berfungsi menampilkan kedua table lengkap dengan semua fieldnya tanpa menyingkat tampilan field yang direlasikan dengan menampilkan satu kali (field yang berelasi ditampilkan dua kali yaitu saat di deret table pertama lalu di deret table kedua)

Syntak :

select*from [Tabel_1] left outer join [Tabel_2] on [Tabel_1].[field yang berelasi] = [Tabel_2].[field yang berelasi];


4. LEFT OUTER JOIN – USING

Sama seperti keterangan sebelumnya, penggunaan relasi LEFT OUTER JOIN adalah untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan semua record meskipun tidak bersesuaian dengan table yang lain dengan jumlah record tergantung jumlah record sebelah KIRI. Sedangkan syntak USING berfungsi menampilkan kedua table lengkap dengan field yang direlasikan hanya ditampilkan satu kali saja di awal table atau di sebelah kiri Syntak :

select*from [Tabel_1] left outer join [Tabel_2] using([field yang berelasi]);


5. NATURAL LEFT OUTER JOIN

Seperti keterangan sebelumnya, penggunaan relasi LEFT OUTER JOIN adalah untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan semua record meskipun tidak bersesuaian dengan table yang lain dengan jumlah record tergantung jumlah record sebelah KIRI. Sedangkan syntak NATURAL mempunyai fungsi sama dengan USING yaitu menampilkan field yang bersesuaian satu kali saja di awal table

Syntak :

select*from [Tabel_1] natural left outer join [Tabel_2];


6. RIGHT OUTER JOIN - ON

Penggunaan relasi RIGHT OUTER JOIN adalah untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan semua record meskipun tidak bersesuaian dengan table yang lain dengan jumlah record tergantung jumlah record sebelah KANAN dan table kedua (dituliskan setelah join) ditampilkan lebih dulu setelah field yang direlasikan. Sedangkan syntak ON berfungsi menampilkan kedua table lengkap dengan semua fieldnya tanpa menyingkat tampilan field yang direlasikan dengan menampilkan satu kali (field yang berelasi ditampilkan dua kali yaitu saat di deret table pertama lalu di deret table kedua)

Syntak :

select*from [Tabel_1] right outer join [Tabel_2] on [Tabel_1].[field yang berelasi] = [Tabel_2].[field yang berelasi];






7. RIGHT OUTER JOIN – USING

Penggunaan relasi RIGHT OUTER JOIN adalah untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan semua record meskipun tidak bersesuaian dengan table yang lain dengan jumlah record tergantung jumlah record sebelah KANAN dan table kedua (dituliskan setelah join) ditampilkan lebih dulu setelah field yang direlasikan. Sedangkan syntak USING berfungsi menampilkan kedua table lengkap dengan field yang direlasikan hanya ditampilkan satu kali saja di awal table atau di sebelah kiri

Syntak :

select*from [Tabel_1] right outer join [Tabel_2] using([field yang berelasi]);


8. NATURAL RIGHT OUTER JOIN

Penggunaan relasi RIGHT OUTER JOIN adalah untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan semua record meskipun tidak bersesuaian dengan table yang lain dengan jumlah record tergantung jumlah record sebelah KANAN dan table kedua (dituliskan setelah join) ditampilkan lebih dulu setelah field yang direlasikan. Sedangkan syntak NATURAL mempunyai fungsi sama dengan USING yaitu menampilkan field yang bersesuaian satu kali saja di awal table

Syntak :

select*from [Tabel_1] natural right outer join [Tabel_2];


9. WHERE

Penggunaan syntak WHERE sama dengan penggunaan INNER JOIN – ON yaitu menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan record – record yang bersesuaian saja dan menampilkan semua fieldnya tanpa menyingkat tampilan field yang direlasikan dengan menampilkan satu kali (field yang berelasi ditampilkan dua kali yaitu saat di deret table pertama lalu di deret table kedua) seperti pada gambar di bawah. Keuntungannya dibandingkan dengan INNER JOIN – ON adalah dengan penggunaan WHERE penulisan syntak untuk relasi dengan banyak table lebih mudah.

Syntak :

select*from [Tabel_1],[Tabel_2] where [Tabel_1].[field yang berelasi] = [Tabel_2].[field yang berelasi];







10. STRAIGHT JOIN

Penggunaan relasi STRAIGHT JOIN adalah untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan semua record meskipun tidak bersesuaian dengan table yang lain dengan jumlah record adalah hasil kali jumlah record table pertama dengan jumlah record tapi kedua

Syntak :

select*from [Tabel_1] straight join [Tabel_2];


11. CROSS JOIN

Penggunaan relasi CROSS JOIN sama dengan STRAIGHT JOIN yaitu untuk menampilkan kedua table yang direlasikan dengan menampilkan semua record meskipun tidak bersesuaian dengan table yang lain dengan jumlah record adalah hasil kali jumlah record table pertama dengan jumlah record tapi kedua

Syntak :

select*from [Tabel_1] cross join [Tabel_2];


12. FULL JOIN

Penggunaan FULL JOIN adalah untuk menampilkan kedua table dengan record – record yang bersesuaian saja. Field yang berelasi ditampilkan sekali di awal table atau paling kiri.

Syntak :

select*from [Tabel_1] full join [Tabel_2] using([field yang berelasi]



3.     PLANNING JOIN

Menggunakan inner join
Untuk menampilkan tabel Mahasiswa yang di Join kan dengan tabel Ketua pelaksana.
Input :
select*from Mahasiswa inner join Ketua pelaksana on Mahasiswa.NIP = TIDAK_TETAP.NIP;
NPM
Nama
Alamat
Id Data
12120096
Imam
Sepanjang
001

NPM
Nama
Jabatan
12120096
Imam
Ketua


0 komentar:

Posting Komentar

Imam Wahyu Budi Utomo. Diberdayakan oleh Blogger.

Friends

Friends

Popular Posts

Random post

Popular Posts